Peranan Karbon Dioksida dalam Pemanasan Global

Kenaikan suhu global, yang dikenal sebagai pemanasan global adalah masalah yang perlu diatasi. Konsekuensi mengkhawatirkan membuatnya menjadi masalah global yang dominan dan memerlukan upaya kolektif dari semua untuk membantu mencegahnya. Namun, masih ada pertanyaan tentang peran yang dimainkan karbon dioksida dalam pemanasan global.

Apa itu pemanasan global?

Peningkatan suhu rata-rata planet ini disebut sebagai pemanasan global. Ketika radiasi dari matahari bersentuhan dengan atmosfer bumi, tiga hal terjadi

Sebagian dari sinar matahari melewati atmosfer ke permukaan bumi.
Persentase yang lebih besar dari sinar matahari memantulkan kembali ke angkasa luar.
Beberapa sinar matahari melewati atmosfer dan mengumpulkannya untuk membentuk lapisan yang menghangatkan bumi.
Lapisan yang terbentuk di sekitar atmosfer menyebabkan perubahan suhu planet yang menyebabkan pemanasan global. Peningkatan suhu ini diyakini menjadi kontribusi besar untuk mencairnya topi es di Wilayah Kutub. Mencairnya lapisan es membuat wilayah pantai di dunia menghadapi ancaman yang mengkhawatirkan karena tenggelam di bawah laut.

Peran apa yang dimainkan oleh Karbon-Dioksida dalam Pemanasan Global?

Di alam, ada keseimbangan yang membawa keseimbangan ke planet. Lapisan panas yang terbentuk di sekitar atmosfer dari sinar matahari tidak mencukupi untuk mencairkan topi es di Wilayah Kutub. Kegiatan manusia telah meningkatkan potensi panas dari lapisan ini menyebabkan distorsi dalam urutan alam.

Dengan inovasi dalam teknologi dan munculnya industrialisasi, gas rumah kaca dipancarkan sebagai limbah ke atmosfer. Pembakaran bahan bakar fosil, emisi dari kendaraan dan peralatan mekanis lainnya telah meningkatkan jumlah gas Karbon di atmosfer.

Revolusi industri telah menyebabkan peningkatan jumlah karbon dioksida di atmosfer. Pertanyaan yang harus ditanyakan adalah, “Bagaimana peningkatan karbon dioksida ini mempengaruhi suhu bumi?” Saat ini tidak ada alasan kuat untuk percaya bahwa kenaikan suhu saat ini sebagai hasil dari peningkatan karbon dioksida.

Gagasan bahwa peningkatan gas karbon bertanggung jawab atas pemanasan global didasarkan pada korelasi antara jumlah atmosfer karbon dioksida dan suhu udara. Apakah korelasi ini cukup bukti bahwa gas karbon bertanggung jawab atas pemanasan global? Pengamatan bahwa keduanya bangkit bersama tidak cukup untuk mengasumsikan bahwa yang satu mungkin menjadi penyebab yang lain.

Agar gagasan ini ditegakkan, perlu ditunjukkan siklus peningkatan dan penurunan kedua parameter. Mempertimbangkan setengah juta tahun yang lalu, ada periode ketika konsentrasi atmosfer karbon dioksida tetap konstan dan ada penurunan suhu atmosfir. Demikian juga, ada periode ketika suhu tetap konstan meskipun terjadi perubahan suhu atmosfer.

Para pendukung ‘pemanasan global yang diinduksi oleh karbon dioksida’ telah memperkirakan bahwa peristiwa cuaca ekstrim seperti banjir dan kekeringan akan menjadi lebih banyak di planet yang lebih hangat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor ekonomi, demografi dan kemasyarakatan memainkan peran yang lebih aktif dalam menyebabkan peristiwa cuaca ekstrim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *